Bagi tim pengadaan atau pemilik usaha yang rutin membeli alat tulis kantor, fluktuasi harga ATK dari waktu ke waktu bukan hal asing. Namun tidak banyak yang memahami apa sebenarnya penyebab di balik naik-turunnya harga ini.
Faktor pertama adalah harga bahan baku. Sebagian besar produk ATK — dari kertas, plastik untuk map dan pensil case, hingga tinta — sangat dipengaruhi oleh harga komoditas global seperti pulp kertas dan resin plastik, yang nilainya berfluktuasi mengikuti pasar internasional.
Faktor kedua adalah nilai tukar rupiah. Banyak bahan baku maupun produk ATK jadi masih bergantung pada impor. Ketika nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS, biaya impor otomatis naik, dan ini biasanya diteruskan ke harga jual.
Faktor ketiga adalah musim permintaan. Menjelang tahun ajaran baru, permintaan ATK sekolah melonjak drastis dalam waktu singkat, yang bisa mendorong kenaikan harga sementara — terutama untuk produk yang stoknya terbatas.
Faktor keempat adalah rantai distribusi. Semakin panjang rantai dari pabrik ke pembeli akhir — misalnya melalui banyak perantara — biasanya semakin besar pula margin yang menumpuk di setiap titik, yang berujung pada harga akhir yang lebih tinggi dan kurang stabil.
Untuk meminimalkan dampak fluktuasi ini, salah satu strategi yang bisa dilakukan pembeli adalah bekerja sama langsung dengan distributor yang juga berperan sebagai importir, karena rantai distribusinya lebih pendek dan harga cenderung lebih stabil dibanding membeli melalui banyak perantara.
PT Terimareja Kedung Utama (TKU) melakukan proses import barang secara langsung menggunakan armada sendiri, yang membantu menjaga stabilitas harga produk ATK bagi para mitra dan pelanggan kami.